Zahra, Salma (2025) Pengembangan Produk Sabun Mandi Cair Antibakteri Kombinasi Ekstrak Kubis Ungu (Brassica Oleracea L) Dan Jeruk Bali (Citrus Maxima (Burm) Merr) Terhadap Staphyloc s occus Aureu. Skripsi thesis, Universitas Bhamada Slawi.
|
Text
BAB1_E0021096.pdf - Other Download (279kB) |
|
|
Text
BAB2_E0021096.pdf - Other Download (525kB) |
|
|
Text
BAB3_E0021096.pdf - Other Restricted to Repository staff only Download (408kB) | Request a copy |
|
|
Text
Dapus_E0021096.pdf - Other Restricted to Registered users only Download (251kB) | Request a copy |
|
|
Text
Skripsi_E0021096.pdf - Other Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Di negara berkembang seperti Indonesia, masalah kesehatan seperti infeksi kuit masih tinggi, terutama disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Infeksi ini dapat ditularkan melalui kontak langsung dan dapat menyebabkan penyakit seperti bisul dan impetigo. Oleh karena itu penting untuk menjaga kesehatan kulit dengan menggunakan sabun yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk sabun mandi cair antibakteri yang mengandung kombinasi ekstrak kubis ungu (Brassica oleracea L) dan daun jeruk bali (Citrus maxima (Burm) Merr) serta mengevaluasi aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pembuatan ekstrak menggunakan metode maserasi, formulasi sabun mandi cair, uji evaluasi sediaan dan uji antibakteri. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode sumuran pada media nutrient agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil rendemen ekstrak kubis ungu sebesar 31,76% dan pada ekstrak daun jeruk bali adalah 10,5%. Sediaan sabun mandi cair dibuat dalam 4 formulasi dengan perbandingan ekstrak kubis ungu dan daun jeruk bali masing-masing adalah F1 (10%:5%), F2 (5%:10%), F3 (7,5%:7,5%) dan F0 (tidak adanya penambahan ekstrak). Uji evaluasi sediaan sabun mandi cair meliputi uji organoleptik, uji pH, uji bobot jenis, uji alkali bebas dan uji tinggi busa telah memenuhi persyaratan sediaan sabun mandi cair yang baik menurut SNI, 1996. Formulasi sabun mandi cair yang dihasilkan menunjukkan aktivitas antibakteri dengan kategori kuat yaitu pada F1(11,8 mm), F2(12,8 mm) dan F3(12 mm). Rata-rata zona hambat yang dihasilkan pada formulasi terbaik mencapai 12,8 mm, yang menunjukkan potensi yang baik sebagai produk antibakteri.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | E0021096 |
| Uncontrolled Keywords: | sabun mandi cair, antibakteri, ekstrak kubis ungu, ekstrak daun jeruk bali, Staphylococcus aureus. |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Pustakawan Editor Bhamada |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 02:25 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 02:25 |
| URI: | http://repository.bhamada.ac.id/id/eprint/965 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

