Formulasi Dan Uji Efektivitas Salep Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam.) Dan Ekstrak Ikan Layang (Decapterus Spp.) Terhadap Penyembuhan Luka Sayat

Ilman, Muhammad Zidni (2025) Formulasi Dan Uji Efektivitas Salep Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam.) Dan Ekstrak Ikan Layang (Decapterus Spp.) Terhadap Penyembuhan Luka Sayat. Skripsi thesis, Universitas Bhamada Slawi.

[img] Text
BAB1_E0021069.pdf - Other

Download (255kB)
[img] Text
BAB2_E0021069.pdf - Other

Download (498kB)
[img] Text
BAB3_E0021069.pdf - Other
Restricted to Repository staff only

Download (340kB) | Request a copy
[img] Text
DAPUS_E0021069.pdf - Other

Download (244kB)
[img] Text
Skripsi_E0021069.pdf - Other
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Luka sayat merupakan luka pada kulit yang terjadi akibat adanya gesekan dari benda yang tajam sehingga jaringan pada kulit mengalami kerusakan. Salah satu tanaman dan hewan yang efektif dalam penyembuhan luka sayat adalah Daun kelor (Moringa Oleifera Lam.) dan Ikan layang (Decaptrus spp.). Daun kelor memiliki kandungan senyawa kimia didalamnya seperti saponin, fenolik, tanin, dan flavonoid yang mampu mempercepat penyembuhan luka. Sedangkan ikan layang memiliki kandungan albumin yang mampu mempercepat penyembuhan jaringan kulit yang rusak sehingga efektif dalam penyembuhan luka sayat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas salep kombinasi ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera Lam.) dan ekstrak ikan layang (Decapterus Spp.) sebagai penyembuh luka sayat pada kelinci New Zealand. Hewan uji yang digunakan pada penelitian ini adalah 3 ekor kelinci dengan 5 kelompok perlakuan yakni K-, K+, F1, F2 dan F3. Pengamatan dilakukan selama 14 hari dengan parameter penentuan panjang luka dan persentase penyembuhan luka. Hasil penelitian ini menunjukan persentase penyembuhan luka sayat dari formulasi 1 yaitu sebesar 64%, formulasi 2 yaitu 64,9%, formulasi 3 yaitu 68,31%, kontrol positif yaitu 62,65%, dan kontrol negatif yaitu 56,31%. Berdasarkan hasil uji LSD menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara F3 dan kontrol negatif (p = 0,007), yang berarti F3 berpengaruh dalam penyembuhan luka sayat pada kelinci. Formulasi 3 memiliki efektivitas penyembuhan luka lebih baik dibandingkan dengan formulasi 1 dan 2. Ekstrak etanol daun kelor dan ekstrak ikan layang juga efektif dibuat menjadi sediaan salep karena diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan dari semua uji evaluasi sediaannya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: E0021069
Uncontrolled Keywords: Ekstrak daun kelor, ekstrak ikan layang, salep, luka sayat.
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Farmasi
Depositing User: Pustakawan Editor Bhamada
Date Deposited: 11 Aug 2026 02:53
Last Modified: 11 Aug 2026 02:53
URI: http://repository.bhamada.ac.id/id/eprint/938

Actions (login required)

View Item View Item