Formulasi Dan Uji Efektivitas Salep Ekstrak Etanol Limbah Kulit Kentang (Solanum Tuberosum L.) Sebagai Antiinflamasi Terhadap Tikus Putih (Rattus Nourvegicus) Galur Wistar

Khasbiya, Maris Ikvi (2025) Formulasi Dan Uji Efektivitas Salep Ekstrak Etanol Limbah Kulit Kentang (Solanum Tuberosum L.) Sebagai Antiinflamasi Terhadap Tikus Putih (Rattus Nourvegicus) Galur Wistar. Skripsi thesis, Universitas Bhamada Slawi.

[img] Text
BAB1_E0021066.pdf - Other

Download (221kB)
[img] Text
BAB2_E0021066.pdf - Other

Download (321kB)
[img] Text
BAB3_E0021066.pdf - Other
Restricted to Repository staff only

Download (366kB) | Request a copy
[img] Text
DAPUS_E0021066.pdf - Other

Download (207kB)
[img] Text
SKRIPSI_E0021066.pdf - Other
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Kulit kentang (Solanum tuberosum L.) mengandung senyawa aktif metabolit sekunder antara lain flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan triterpenoid. antiinflamasi merupakan mekanisme penting dalam pertahanan tubuh sebagai respon jaringan terhadap cedera atau kerusakan eksternal lainnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui ekstrak limbah kulit kentang (Solanum tuberosum.L ) dapat diformulasikan menjadi sediaan salep, dan untuk mengetahui pada formula berapa salep ekstrak etanol limbah kulit kentang (Solanum tuberosum L.) paling efektif dalam mengurangi inflamasi pada tikus putih Galur Wistar. Penelitian ini bersifat eksperimental. Ekstrak kulit kentang diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Salep ekstrak etanol limbah kulitkentang (Solanum tuberosum L.) dibuat dengan konsentrasi F1, F2 dan F3. Uji aktivitas antiinflamasi dilakukan pada telapak kaki tikus dan pengukuran dilakukan tiap 1 jam selama 6 jam untuk melihat penurunan udem. Hasil menunjukkan bahwa F3 memberikan efek inhibisi paling signifikan dengan peningkatan cepat hingga 75% pada waktu ke-2 dan stabil hingga waktu ke-6, menandakan efektivitas tinggi dan konsisten. F2 menunjukkan peningkatan bertahap dari 45% menjadi 70%, sedangkan F1 hanya meningkat dari 30% ke 50% dan stabil tanpa peningkatan lanjutan. Dengan demikian, F3 merupakan formula paling efektif dalam mengurangi inflamasi

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: E0021066
Uncontrolled Keywords: Kulit kentang (Solanum tuberosum L), salep, antiinflamasi, udem, telapak kaki tikus.
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Farmasi
Depositing User: Pustakawan Editor Bhamada
Date Deposited: 11 Aug 2026 02:39
Last Modified: 11 Aug 2026 02:39
URI: http://repository.bhamada.ac.id/id/eprint/935

Actions (login required)

View Item View Item