Rizki, Moh Afiif Gandana (2025) Pengaruh Kombinasi Ekstrak Etanol Temu Blenyeh (Curcuma Purpurascens Blume) Dan Buah Pare (Momordica Charantia L.) Terhadap Penurunan Glukosa Darah Mencit Yang Diinduksi Aloksan. Skripsi thesis, Universitas Bhamada Slawi.
|
Text
BAB 1_E0021025.pdf - Other Download (237kB) |
|
|
Text
BAB 2_E0021025.pdf - Other Download (633kB) |
|
|
Text
BAB 3_E0021025.pdf - Other Download (277kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA_E0021025.pdf - Other Download (263kB) |
|
|
Text
SKRIPSI_E0021025.pdf - Other Restricted to Repository staff only Download (7MB) | Request a copy |
Abstract
Diabetes melitus merupakan penyakit degeneratif tidak menular yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah yang tinggi secara kronis. Penggunaan bahan alam sebagai alternatif terapi diabetes menjadi salah satu strategi yang banyak dikembangkan, termasuk melalui pemanfaatan tanaman obat seperti rimpang temu blenyeh (Curcuma purpurascens Blume) dan buah pare (Momordica charantia L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak etanol dari kedua tanaman tersebut terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit (Mus musculus) jantan yang diinduksi aloksan, serta mengetahui dosis optimal ekstrak kedua tanaman tersebut. Sebanyak 35 ekor mencit dibagi ke dalam tujuh kelompok, yaitu: kontrol negatif (CMC Na 0,5%), kontrol positif (glibenklamid 5 mg/kgBB), ekstrak tunggal temu blenyeh (200 mg/kgBB), ekstrak tunggal pare (200 mg/kgBB), serta tiga kelompok kombinasi dengan rasio temu blenyeh:pare sebesar 25:75, 50:50, dan 75:25. Induksi diabetes dilakukan menggunakan aloksan 120 mg/kgBB secara intraperitoneal. Perlakuan diberikan secara peroral selama tujuh hari. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan glukometer. Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA atau Kruskal-Wallis, dilanjutkan dengan uji post hoc. Hasil menunjukkan bahwa semua kelompok uji menunjukkan penurunan kadar glukosa darah secara signifikan dibandingkan kontrol negatif (p<0,05). Kombinasi ekstrak dengan rasio 25:75 (temu blenyeh:pare) memberikan efek paling besar dan mendekati efektivitas kontrol positif dengan nilai penurunan sebesar 67,16% (±2,68). Disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak temu blenyeh dan pare, terutama pada rasio 25:75, memiliki potensi sebagai agen antihiperglikemik alternatif dalam pengelolaan diabetes melitus.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | NIM : E0021025 |
| Uncontrolled Keywords: | Curcuma purpurascens, Momordica charantia, aloksan, glukosa darah, diabetes melitus |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Pustakawan Editor Bhamada |
| Date Deposited: | 12 Jun 2026 01:55 |
| Last Modified: | 12 Jun 2026 01:55 |
| URI: | http://repository.bhamada.ac.id/id/eprint/780 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

