Pengaruh Metode Ekstraksi Pada Aktivitas Antibakteri Ekstrak Rimpang Temu Blenyeh (Curcuma Purpurascens Blume) Terhadap Propionibacterium Acnes

Pratiwi, Nadia Azkiyah (2025) Pengaruh Metode Ekstraksi Pada Aktivitas Antibakteri Ekstrak Rimpang Temu Blenyeh (Curcuma Purpurascens Blume) Terhadap Propionibacterium Acnes. Skripsi thesis, Universitas Bhamada Slawi.

[img] Text
BAB1_E0021105.pdf

Download (210kB)
[img] Text
BAB2_E0021105.pdf

Download (445kB)
[img] Text
BAB3_E0021105.pdf

Download (313kB)
[img] Text
Dapus_E0021105.pdf

Download (262kB)
[img] Text
Skripsi_Nadia Azkiyah Pratiwi_E0021105.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Temu blenyeh (Curcuma purpurascens Blume) merupakan tanaman dari famili Zingiberaceae yang diketahui memiliki kandungan senyawa aktif antara lain alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid. Salah satu bakteri penyebab masalah kulit seperti jerawat adalah Propionibacterium acnes. Bahan alam yang memiliki aktivitas antibakteri dapat menjadi alternatif pengganti bahan sintetik, yang dapat menyebabkan efek samping seperti iritasi. Metode ekstraksi berperan penting dalam memperoleh senyawa aktif secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan metode ekstraksi pada aktivitas antibakteri ekstrak rimpang temu blenyeh terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan untuk mengetahui metode ekstraksi yang paling efektif. Ekstraksi yang dilakukan dengan tiga metode yaitu maserasi, soxhletasi dan sonikasi dengan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan difusi cakram. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak rimpang temu blenyeh dengan metode maserasi memiliki aktivitas antibakteri tertinggi, diikuti metode sonikasi dan terendah diperoleh dari metode soxhletasi. Pada konsentrasi 30, 50 dan 70% ekstrak maserasi menghasilkan zona hambat sebesar 10; 11,5; dan 12 mm, dengan kategori sedang hingga kuat. Metode sonikasi menghasilkan zona hambat sebesar 6,5; 7,17; dan 8,5 mm dengan kategori sedang, sedangkan pada pengujian dengan ekstrak metode soxhletasi menghasilkan zona hambat sebesar 5,67; 6,83; dan 7,5 mm dengan kategori sedang. Hasil analisis data non parametrik Kruskal Wallis didapatkan nilai 0,002 maka dapat disimpulkan bawa terdapat berbedaan bermakna antara metode ektraksi pada uji aktivitas antibakteri karena nilai p<0,05 sehingga H1 diterima.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: NIM : E0021105
Uncontrolled Keywords: Rimpang temu blenyeh, Maserasi, Soxhletasi, Sonikasi, Propionibacterium acnes
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Farmasi
Depositing User: Pustakawan Editor Bhamada
Date Deposited: 14 Sep 2026 02:22
Last Modified: 14 Sep 2026 02:22
URI: http://repository.bhamada.ac.id/id/eprint/1024

Actions (login required)

View Item View Item