Pola Peresepan Obat Herbal Pada Penyakit Dispepsia Di Klinik Saintifikasi Jamu Wisata Kesehatan Jamu WKJ Kalibakung Kabupaten Tegal

Sulistikomah, Sulistikomah (2025) Pola Peresepan Obat Herbal Pada Penyakit Dispepsia Di Klinik Saintifikasi Jamu Wisata Kesehatan Jamu WKJ Kalibakung Kabupaten Tegal. Skripsi thesis, Universitas Bhamada Slawi.

[img] Text
BAB1_E0021079.pdf - Other

Download (194kB)
[img] Text
BAB2_E0021079.pdf - Other

Download (423kB)
[img] Text
BAB3_E0021079.pdf - Other
Restricted to Repository staff only

Download (628kB) | Request a copy
[img] Text
Daftar Pustaka_E0021079.pdf - Other

Download (428kB)
[img] Text
skripsi_E0021079.pdf - Other
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Dispepsia merupakan salah satu gangguan pencernaan bagian atas yang terdapat rasa nyeri atau ketidaknyamanan yang sering berulang. Dispepsia menepati urutan ke 4 dari 10 penyakit terbanyak di Klinik Saintifikasi Jamu WKJ Kalibakung Kabupaten Tegal. Pengobatan dispepsia kini bisa menggunakan terapi kompelemente berupa obat herbal. Tujuan penelitian untuk mengetahui pola peresepan obat herbal pada penyakit dispepsia yang meliputi, karakteristik pasien, jenis obat, aturan pakai, lama terapi serta ketepatan penggunaan obat herbal dan risiko munculnya efek samping dan interaksi obat herbal di Klinik Saintifikasi Jamu WKJ Kalibakung Kabupaten Tegal.. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifiat deskriptif dengan menggunakan observasi dokumen yang diambil secara retrospektif dan wawancara mendalam. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 15 pasien dan 76 resep pasien yang terdiagnosis dispepsia. Hasil penelitian pasien perempuan sebanyak 46 pasien ( 61%), laki-laki 30 pasien (39%). Usia terbanyak 36-45 tahun (25%). Tanaman yang paling banyak diresepkan yaitu kunyit (98,6%), sembung (96%), temulawak (76,3%), jahe (76,3%), kapulaga (67,1%), dan jintan hitamn (67,1%). Aturan minum 3 kali sehari 1 gelas lama terapi 7 hari. Ketepatan kebenaran bahan dan ketepatan indikasi 100% tepat, ketapatan dosis 98% tepat. Efek samping penggunaan obat herbal 14 pasien tidak mengalami efek samping dan 1 pasien mengalami efek samping. intekasi obat herbal semua pasien tidak mengalami efek efek negatif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: E0021079
Uncontrolled Keywords: Obat herbal, dispepsia, efek samping, interaksi obat herbal
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Farmasi
Depositing User: Pustakawan Editor Bhamada
Date Deposited: 12 Aug 2026 03:10
Last Modified: 12 Aug 2026 03:10
URI: http://repository.bhamada.ac.id/id/eprint/947

Actions (login required)

View Item View Item