Amaliyah, Irma Nur (2025) Hubungan Motivasi Diri Dengan Kepatuhan Diit Pada Penyandang Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Poliklinik Penyakit Dalam RSI PKU Muhammadiyah Kabupaten Tegal. Skripsi thesis, Universitas Bhamada Slawi.
|
Text
BAB 1_C1021087.pdf - Other Download (210kB) |
|
|
Text
BAB 2_C1021087.pdf - Other Download (297kB) |
|
|
Text
BAB 3_C1021087.pdf - Other Download (334kB) |
|
|
Text
DAPUS_C1021087.pdf - Other Download (209kB) |
|
|
Text
SKRIPSI_C1021087.pdf - Other Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Motivasi diri merupakan salah satu aspek psikologis yang sangat penting dalam pengelolaan Diabetes Mellitus tipe 2, terutama dalam menjaga kepatuhan terhadap program diit yang telah ditentukan. Kepatuhan diit menjadi komponen krusial untuk mengontrol kadar gula darah, mencegah komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup penyandang DM tipe 2. Meskipun demikian, banyak penyandang yang mengalami kesulitan untuk menjalankan diit secara konsisten. Berbagai faktor memengaruhi rendahnya kepatuhan ini, antara lain kejenuhan terhadap terapi jangka panjang, anggapan bahwa pengobatan farmakologis sudah cukup tanpa diit yang ketat, kurangnya pengetahuan mengenai manajemen DM, serta rendahnya dukungan sosial dari keluarga maupun lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi diri dengan kepatuhan diit pada penyandang diabetes mellitus tipe 2 di poliklinik penyakit dalam RSI PKU muhammadiyah kabupaten tegal. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan metode cross-sectional. Sebanyak 88 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner motivasi diri dan kepatuhan diit yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value sebesar 0,111 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan antara motivasi diri dan kepatuhan diit. Temuan ini menunjukkan bahwa motivasi diri saja tidak cukup menjadi faktor penentu kepatuhan. Faktor eksternal, seperti dukungan keluarga, kebiasaan makan seharihari, serta kondisi sosial budaya, turut berperan penting. Oleh karena itu, intervensi edukatif, konseling nutrisi, dan dukungan psikososial secara berkelanjutan sangat disarankan untuk meningkatkan motivasi diri dan kepatuhan diit pada penyandang Diabetes mellitus tipe 2.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | C1021087 |
| Uncontrolled Keywords: | Diabetes Mellitus Tipe 2, Kepatuhan Diit, Motivasi Diri. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Ilmu Keperawatan |
| Depositing User: | Pustakawan Editor Bhamada |
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 04:47 |
| Last Modified: | 06 Aug 2026 04:47 |
| URI: | http://repository.bhamada.ac.id/id/eprint/895 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

