Gambaran Kejadian Stunting Pada Anak Di Wilayah Pesisir Randusanga Kulon

Rahma, Azka Fauzia (2025) Gambaran Kejadian Stunting Pada Anak Di Wilayah Pesisir Randusanga Kulon. Skripsi thesis, Universitas Bhamada Slawi.

[img] Text
BAB 1_C1021008.pdf - Other

Download (309kB)
[img] Text
Bab 2_C1021008.pdf - Other

Download (844kB)
[img] Text
BAB 3_C1021008.pdf - Other

Download (533kB)
[img] Text
Dapus_C1021008.pdf - Other

Download (181kB)
[img] Text
SKRIPSI_C1021008.pdf - Other
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan anak di bawah standar usianya akibat kekurangan gizi jangka panjang sejak masa kehamilan hingga awal kehidupan. Kondisi ini berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kesehatan jangka panjang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian stunting pada anak di wilayah pesisir Randusanga Kulon, Kabupaten Brebes. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 60 anak usia 0–24 bulan dan 2–5 tahun. Sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 60 anak. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan pengukuran tinggi badan menggunakan infantometer dan microtoise, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 2–5 tahun (53,3%) dan berjenis kelamin laki-laki (61,7%). Sebagian besar anak memiliki berat badan lahir rendah (BBLR) sebanyak 37 anak (61,6%) dan tidak mendapatkan ASI eksklusif (56,1%). Berdasarkan indeks Tinggi Badan menurut Umur (TB/U), pada kelompok usia 0–24 bulan ditemukan 43,8% sangat pendek, 18,8% pendek, 18,8% normal, dan 15,6% tinggi. Pada kelompok usia 2–5 tahun, proporsi anak sangat pendek meningkat menjadi 51,1%, dengan 17,9% pendek, 21,4% normal, dan 3,6% tinggi. Temuan ini menunjukkan prevalensi stunting yang tinggi di wilayah pesisir Randusanga Kulon, terutama pada anak dengan jenis kelamin laki-laki, BBLR, dan yang tidak memperoleh ASI eksklusif. Diperlukan upaya pencegahan melalui peningkatan pengetahuan orang tua tentang gizi, optimalisasi pemberian ASI eksklusif, perbaikan pola makan, serta pemantauan pertumbuhan secara rutin untuk menekan angka kejadian stunting. Hal ini penting agar orang tua dapat berperan aktif dalam menekan angka kejadian stunting pada anak mereka.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: NIM : C1021008
Uncontrolled Keywords: Anak, Pesisir, Stunting, TB/U
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Ilmu Keperawatan
Depositing User: Pustakawan Editor Bhamada
Date Deposited: 15 Jun 2026 03:02
Last Modified: 15 Jun 2026 03:02
URI: http://repository.bhamada.ac.id/id/eprint/812

Actions (login required)

View Item View Item