Auranisa, Wiwit Baitul (2025) Studi Prevalensi Efek Samping Penggunaan Antidiabetes Dengan Metode Algoritma Naranjo Di Puskesmas Pagiyanten Kecamatan Adiwerna. Skripsi thesis, Universitas Bhamada Slawi.
|
Text
BAB1_E0021041.pdf - Other Download (251kB) |
|
|
Text
BAB2_E0021041.pdf - Other Download (595kB) |
|
|
Text
BAB3_E0021041.pdf - Other Download (261kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_E0021041.pdf - Other Download (218kB) |
|
|
Text
Skripsi_E0021041.pdf - Other Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Penggunaan obat antidiabetes memiliki efek samping yang sering dirasakan oleh pasien diabetes melitus tipe 2, seperti pusing, mual, kesemutan, lemas, hipoglikemia, dan gangguan saluran pencernaan. Efek samping tersebut umumnya terjadi pada pasien yang menjalani terapi jangka panjang. Dalam menilai hubungan antara efek samping obat dengan penggunaan obat dapat diukur menggunakan suatu algoritma yaitu Naranjo. Pada Puskesmas Pagiyanten terdapat pasien Prolanis sesuai dengan program yang dijalankan oleh pemerintah yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Indonesia adalah negara kelima dengan pasien diabetes terbanyak di dunia, dengan 19,5 juta orang pada tahun 2021. Puskesmas Pagiyanten menerima 1.046 kasus diabetes melitus pada tahun 2023, yang kemudian meningkat menjadi 1.098 kasus pada tahun 2024. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui prevalensi, jenis, dan skor probabilitas efek samping obat antidiabetes pada pasien Prolanis diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Pagiyanten, Kecamatan Adiwerna. Penelitian ini termasuk penelitian observasional dengan desain cross-sectional yang menggunakan total sampling dengan 40 pasien Prolanis sebagai sampel. Sumber data menggunakan data primer dan data sekunder, data primer melalui wawancara langsung pada pasien Prolanis diabetes melitus tipe 2, dan data sekunder menggunakan data rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi efek samping tertinggi pada pengguna Metformin (63%), diikuti kombinasi Metformin dan Glimepirid (38%). Berdasarkan algoritma Naranjo, 57,50% efek samping tergolong kategori probable, menunjukkan kemungkinan besar efek tersebut berkaitan dengan penggunaan obat. Sehingga perlu upaya pemantauan efek samping obat secara berkala untuk meningkatkan keamanan terapi jangka panjang pada pasien diabetes melitus tipe 2.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | NIM : E0021041 |
| Uncontrolled Keywords: | efek samping, antidiabetes, algoritma Naranjo, Prolanis, Puskesmas Pagiyanten. |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Pustakawan Editor Bhamada |
| Date Deposited: | 12 Jun 2026 03:15 |
| Last Modified: | 12 Jun 2026 03:15 |
| URI: | http://repository.bhamada.ac.id/id/eprint/793 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

